Pada tanggal 27 Maret 2026, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya — Direktorat Sanitasi menyelenggarakan Market Sounding Tahap 2 untuk program Peningkatan Kinerja Peralatan Operasional TPST dalam kerangka ISWMP (Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project). Program yang didukung pembiayaan World Bank ini mencakup optimalisasi 11 TPST di Provinsi Jawa Barat dengan target operasional mulai April 2026 hingga April 2027.

PT Centra Rekayasa Enviro (CRE), yang berkantor pusat di Bandung dan memiliki dua workshop fabrikasi di wilayah Jawa Barat, terdaftar sebagai salah satu dari 46 calon penyedia jasa potensial yang diidentifikasi program ISWMP. Sebagai perusahaan rekayasa lingkungan terintegrasi dengan kapabilitas manufaktur in-house, CRE memiliki posisi strategis yang unik untuk mendukung program ini.

Memahami Program ISWMP dan Cakupannya

Program ISWMP adalah inisiatif nasional yang dirancang untuk meningkatkan kinerja pengelolaan sampah padat di kota-kota regional dan metropolitan Indonesia. Di Jawa Barat, program ini berfokus pada optimalisasi 11 TPST yang tersebar di enam wilayah — mulai dari yang menghadapi tantangan kapasitas operasional rendah hingga yang membutuhkan penggantian teknologi pengolahan secara menyeluruh.

⚠ Kondisi Eksisting

Berdasarkan data market sounding, hampir seluruh TPST masih menunjukkan indikator keandalan teknis (KRFB) yang sangat rendah — beberapa bahkan di bawah 1%. Ini menggambarkan urgensi intervensi teknologi yang tepat sasaran.

Sebelas TPST dalam Dua Wilayah Kerja

Program optimalisasi mencakup TPST yang dikelompokkan dalam dua wilayah kerja PPK Sanitasi Jawa Barat:

1
Kab. Karawang
TPST Jayakerta
25 → 40 ton/hari
Full System — Thermal Drying
1
Kab. Bandung
TPST Cicukang Oxbow
20 → 40 ton/hari
Full System — Thermal + BSF
1
Kota Cimahi
TPST Sentiong
50 → 85 ton/hari
Partial — Thermal Drying
1
Kota Bandung
TPST Cicukang Holis
50 → 60 ton/hari
Partial — Finishing RDF
2
Kab. Purwakarta
TPST Tegalsari
20 → 30 ton/hari
Full System — Thermal Drying
2
Kota Bandung
TPST Tegalega
25 ton/hari
Partial — Pretreatment RDF

Sistem KPI KRFB: Standar Kinerja yang Ketat

Salah satu aspek paling khas dari program ISWMP adalah penggunaan sistem penilaian kinerja berbasis formula KTTPST = K × R × F × B yang disebut KRFB. Formula ini mengalikan empat rasio kinerja menjadi satu indikator keandalan teknis (reliability) yang komprehensif.

KTTPST = K × R × F × B
Indikator Keandalan Teknis TPST — Range: 0% hingga 100%
K
Kapasitas
Rasio Kapasitas Operasi
Kapasitas operasi aktual dibagi kapasitas desain
R
Residu
Rasio Residu Hasil Pengolahan
Standar KPI residu ditetapkan 12% dari total input
F
Frekuensi
Hari Operasi per Minggu
Standar KPI adalah 7 hari penuh per minggu
B
Biaya OPR
Efisiensi Biaya Operasional
Standar KPI ditetapkan Rp 250.000 per ton sampah

Target reliability minimal 30% harus tercapai dalam 3 bulan masa pendampingan operasional — yang berarti setiap parameter K, R, F, dan B harus rata-rata mencapai minimal 75% dari standar KPI. Standar ini mencerminkan komitmen serius Kementerian PU terhadap kinerja operasional TPST yang terukur dan dapat diaudit.

Teknologi Utama yang Dibutuhkan

Berdasarkan dokumen market sounding, intervensi teknologi yang paling dominan di 11 TPST adalah sistem Thermal Drying (RDF). Dari 11 TPST, delapan di antaranya memerlukan rotary dryer atau sistem pengeringan termal sebagai komponen inti pengolahan. Ini sejalan dengan rencana produk olahan utama yaitu Refuse-Derived Fuel (RDF) yang memenuhi standar SNI 9313:2024 sebagai bahan bakar serpihan untuk industri semen.

Jenis Mesin Ketersediaan Vendor Tingkat Prioritas Kapabilitas CRE
Primary Shredder 88,24% vendor Tinggi In-House
Rotary Dryer 76,47% vendor Tinggi In-House
Turbo Separator 76,47% vendor Tinggi In-House
Belt Conveyor 88,24% vendor Tinggi In-House
Magnetic Separator 70,59% vendor Menengah In-House
Coarse Shredder 58,82% vendor Terbatas In-House
Bulky Waste Shredder 58,82% vendor Terbatas Tersedia
Mesin Pencacah Organik 52,94% vendor Sangat Terbatas In-House
✓ Keunggulan CRE

Dari seluruh jenis mesin yang diidentifikasi dalam market sounding, CRE mampu menyediakan sebagian besar melalui kapasitas manufaktur in-house di workshop Bandung. Ini memberikan keunggulan signifikan dalam hal kecepatan pengiriman, kustomisasi sesuai kondisi eksisting TPST, dan ketersediaan spare parts lokal.

Posisi dan Komitmen CRE dalam Program ISWMP

CRE memandang program ISWMP sebagai lebih dari sekadar peluang bisnis. Ini adalah kesempatan untuk berkontribusi nyata terhadap transformasi sistem pengelolaan sampah kota di Jawa Barat — wilayah yang juga menjadi basis operasional kami selama lebih dari satu dekade.

Seluruh 11 TPST dalam program ISWMP berada dalam jangkauan geografis workshop CRE di Bandung. Tidak ada vendor lain di Jawa Barat yang dapat menawarkan kombinasi manufaktur in-house, respons darurat dalam hitungan jam, dan platform digital monitoring yang sudah terintegrasi.

Tim Engineering PT Centra Rekayasa Enviro

Nilai Tambah CRE yang Melampaui Persyaratan Minimum

Selain memenuhi 14 kriteria keandalan teknis yang diwajibkan, CRE menawarkan beberapa dimensi nilai tambah yang relevan langsung dengan kebutuhan program ISWMP:

  • Platform Sampah Watch — sistem digital monitoring berbasis IoT yang memungkinkan pemantauan KPI KRFB secara real-time dan pelaporan ESG otomatis, mendukung akuntabilitas pengelolaan TPST
  • Jaminan spare parts lokal — dengan workshop fabrikasi di Bandung, CRE dapat menjamin ketersediaan suku cadang untuk 2 tahun operasi tanpa ketergantungan impor
  • Program pelatihan operator terintegrasi — mencakup SOP, HSE, manual book, dan pendampingan 3 bulan sesuai persyaratan ISWMP
  • Ekosistem teknologi end-to-end — dari engineering design, fabrikasi, instalasi, commissioning, hingga monitoring digital dalam satu kesatuan
  • Kemitraan teknologi OGB Engineering Belanda — memberikan akses teknologi RDF dan biodigester bertaraf internasional yang relevan dengan standar World Bank

Persyaratan Lelang dan Kelengkapan Dokumen

Program ISWMP menetapkan 14 kriteria keandalan teknis mesin yang harus dipenuhi oleh setiap calon penyedia jasa, mulai dari spesifikasi kapasitas, hasil uji emisi, portofolio proyek sejenis, nilai TKDN, nomor e-catalogue LKPP, detail engineering design, hingga dokumen garansi komprehensif.

Dari data market sounding tahap 1 yang melibatkan 17 responden awal, terungkap bahwa tiga parameter paling sulit dipenuhi adalah: dokumen garansi dan after sales service (belum dipenuhi 12 vendor), hasil uji emisi tersertifikasi (belum dipenuhi 8 vendor), dan nomor e-catalogue LKPP (belum dipenuhi 9 vendor). Hanya 16 dari 46 vendor yang kemudian teridentifikasi memenuhi seluruh 14 kriteria secara lengkap.

Jadwal Penting

7 April 2026 — Batas akhir pengisian kuesioner market sounding 2 dan submission price list kepada PPK Sanitasi Ditjen Cipta Karya Jawa Barat.

April – Juli 2026 — Proses lelang berlangsung.

Juli 2026 – Januari 2027 — Tahap pengadaan, fabrikasi, instalasi, dan commissioning test.

Februari – April 2027 — Uji implementasi sistem pengolahan sampah TPST selama 3 bulan.

Produk Olahan: Standar RDF SNI 9313:2024

Seluruh sistem pengolahan di TPST ISWMP diarahkan untuk menghasilkan RDF yang memenuhi spesifikasi SNI 9313:2024 sebagai bahan bakar serpihan sampah untuk industri semen. Standar ini menetapkan persyaratan nilai kalor, kadar air, dan ukuran partikel yang ketat. Jaminan kualitas ditetapkan sebesar 90% dari batch produksi RDF selama uji coba 7 hari harus memenuhi spesifikasi standar tersebut.

CRE, melalui sistem RDF modular yang dikembangkan dalam Ekosistem Satu Rasa, memiliki rekam jejak dalam menghasilkan RDF dengan nilai kalor stabil pada kisaran 3.000–4.500 kcal/kg — sejalan dengan kebutuhan industri semen sebagai offtaker utama produk TPST.